Jumat, 25 Maret 2011 - 14:58:56 WIB
BMM Menyediakan 2 Miliar untuk Pemulihan Korban Erupsi Gunung Merapi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: ATM
- Dibaca: 495 kali
Baitulmaal Muamalat, anak perusahaan Bank Muamalat, menyediakan 2 Miliar sebagai bantuan untuk program tanggap darurat, rehabilitasi dan pemulihan bagi korban bencana erupsi Gunung Merapi. Direktur Bank Muamalat Andi Buchori mengatakan, telah disalurkan dana sebesar Rp 700 juta.
Dana tersebut digunakan antara lain untuk program tanggap darurat dan perbaikan infrastruktur seperti rumah ibadah dan sanitasi air bersih.
Bantuan itu juga telah dimanfaatkan dalam program pemberdayaan masyarakat sekitar Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Selain memperbaiki infrastruktur, BMM mengembangkan ternak ayam pedaging di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sekitar 7.500 ayam telah berhasil dipanen dari program ini. Tim BMM juga telah melaksanakan pelatihan pembuatan batako di Dusun Kopeng, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Daerah Istimewa Yogyakarta, .
"Kegiatan sosial yang partisipatif kami upayakan tidak hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga kondisi ekonomi, sosial, dan psikis masyarakat korban bencana erupsi Merapi," kata Andi di sela-sela kegiatan peresmian kantor baru Bank Muamalat Yogyakarta pekan lalu.
Andi mengatakan, dana sebesar 1.3 miliar yang belum disalurkan akan difokuskan untuk kegiatan pemulihan dan rehabilitasi pascabencana, di antaranya program Komunitas Usaha Mikro Berbasis Masjid (KUM3) serta pembiayaan beasiswa bagi anak-anak korban bencana Merapi.
Sejak 1994, Bank Muamalat telah memiliki unit pengelola dana zakat, infak, sedekah dan sosial kebajikan. Pada 16 Juni 2000, unit ini diresmikan sebagai lembaga amil zakat nasional, Seiring peningkatan tuntutan dari masyarakat akan lembaga amil zakat yang independen dan profesional pada 22 Desember 2000, Baitulmaal Muamalat resmi menjadi badan hukum dan dinamakan Yayasan Baitulmaal Muamalat.
Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat Isnaini M Aziz mengatakan, pada 2010 lembaganya mengelola dana sebesar 33 miliar, sekitar 10 miliar diantaranya berasal dari internal Bank Muamalat. Akumulasi dana tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 30 miliar.
Aziz mengatakan, dana tersebut dimanfaatkan untuk program-program pemberdayaan masyarakat. Karena pada dasarnya, lembaga ini didirikan untuk mandirikan para mustahik atau penerima zakat sehingga mereka tidak lagi terus menerus menjadi penerima zakat.
"Tujuan mendirikan lembaga ini bagaimana dana-dana itu diberikan tidak hanya untuk konsumtif, tapi besoknya para penerima zakat datang lagi. Tetapi kami buatkan program-program yang sifatnya pemberdayaan ekonomi produktif," kata Aziz.
• Rizky Andriati Pohan (Republika – Jumat, 25 Maret 2011)





Salurkan ZISWAF Anda ke Rekening Bank Muamalat :


