Rabu, 17 Februari 2010 - 14:52:16 WIB
IKAZ Malaysia Tertarik Program KUM3 BMM
Diposting oleh : Herman Susilo
Kategori: KUM3
- Dibaca: 260 kali
Keberadaan Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai lembaga amil zakat nasional yang
fokus pada pemberdayaan ekonomi telah menarik dunia internasional. Hal itu
terlihat saat perwakilan Institut Kajian Zakat (IKAZ) Malaysia datang
berkunjung ke kantor pusat Bank Muamalat di Jakarta Rabu (17/2). Kunjungan IKAZ
ke Bank muamalat merupakan rangkaian penelitian tentang implementasi Islamic
Microfinance. Hadir dalam kunjungan itu Prof. Madya DR. Ahmad bin Che Yaacob
dan DR. Abdul Halim dari IKAZ dan field officer IMZ Tatiek.
Tamu IKAZ tersebut diterima langsung oleh Head of Corporate Secretary
Division Bank Muamalat Delyuzar Syamsi, Media Relations Officer Rachmat Santosa,
Staf CSD Ase Busro, Hanif Wibisono Media Relations Officer, Direktur BMM Isnaini Mufti Aziz, General Manager BMM Iwan
Fuad dan Manajer Pemberdayaan Ekonomi BMM Herman Susilo.
Dalam sambutan pembukanya Head of Corporate Secretary Division Bank
Muamalat Delyuzar Syamsi menjelaskan tentang peran sosial Bank Muamalat pada masyarakat. ''Bank Muamalat membentuk Baitulmaal Muamalat sebagai divisi khusus yang
menangani program pemberdayaan masyarakat,'' tutur Delyuzar. Dia menambahkan peran Bank
Muamalat dalam mengembangkan ekonomi umat salah satunya diterjemahkan melalui
program-program Baitulmaal Muamalat.
Sementara itu Direktur BMM Isnaini Mufti Aziz menjelaskan profil BMM secara
gamblang. ''Spesialisasi BMM dalam pemberdayaan masyarakat adalah melalui microfinance,
community development dan islamic social fund,'' ujar Aziz. Dia pun menjelaskan
secara rinci program-program pemberdayaan BMM yang terdiri dari ATM, Santun, KUM3,
ISS, Orphan Kafala, dan LKMS.
Dalam diskusi yang berlangsung akrab itu perwakilan IKAZ tertarik pada program
KUM3 (Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid) yang digagas BMM sejak 2006. ''Ini luar biasa,
memberdayakan mustahik dengan optimalisasi masjid sebagai center of activities,''
tukas Ahmad bin Che Yacoob terangguk-angguk. ''Melalui program ini kami telah
membuktikan hipotesis tentang peningkatan kesejahteraan seseorang berbanding
lurus dengan kesalehan orang tersebut secara kuantitatif,'' ungkap Aziz.
Menanggapi hal tersebut Abdul Halim yakin bahwa program KUM3 BMM ini sangat
layak menjadi bahan disertasi bagi para peneliti microfinance di Malaysia. ''Apalagi
sudah ada experience selama tiga tahun tentu data tentang keberhasilan program
ini sangat mendukung hal itu,'' tambah Abdul Halim.
KUM3 sendiri merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui
pengguliran dana zakat sebagai modal
usaha berbasis masjid.
Program yang telah dimulai sejak September 2006 ini tersebar di 24
kabupaten/kota dan telah memberdayakan 4.697 mustahik di 185 masjid di seluruh Indonesia.
Secara khusus IKAZ mengundang BMM untuk mempresentaasikan paper
tentang KUM3 pada Konferensi Internasional Islamic Microfinance yang akan
diselenggarakan November mendatang. ''Kami berharap ini menjadi model bagi
pelaku microfinance di belahan dunia lainnya,'' tukas Ahmad berharap.





Salurkan ZISWAF Anda ke Rekening Bank Muamalat :



