Kamis, 28 Januari 2010 - 14:35:41 WIB
Baharudin, Dulu Judi Kini Ngaji
Diposting oleh : Herman Susilo
Kategori: KUM3
- Dibaca: 86 kali
Apa yang diimpikan seorang ayah di hari tuanya? Tentu hidup tenang, keluarga tenteram dan anak-anak pun bahagia. Impian itu hampir pupus dari benak Baharudin. Pria 45 tahun ini menghabiskan usianya dengan bermain judi dan mabuk-mabukkan. Siang malam tak dilewatinya kecuali dengan mengocok kartu menghabiskan uang di perempatan jalan. Tak ayal perilakunya itu meresahkan warga desa Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin Tiga, Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.
Teguran aparat desa setempat tak digubrisnya, Baharudin justru mengajak para pemuda lain di desanya. Hanya satu jawaban yang selalu menjadi alasannya, ''Saya tidak punya pekerjaan lain selain ini.'' Kepiawaiannya mempengaruhi orang membuat ia dinanti-nanti oleh para penjudi lainnya.
Tak hanya itu, pihak Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Bhakti pun kehabisan cara untuk memintanya berhenti berjudi. ''Akhirnya kami laporkan saja ke kepolisian,'' seru Kiromaidi sekretaris DKM Masjid Bhakti. Hal itu dilakukan mengingat banyak warga terganggu tingkah lakunya.
Itulah Baharudin masa lalu. Masa dimana ia merasakan hidup terasa menghimpit. Usaha yang pernah dibangunnya bangkrut karena jerat rentenir. Rumah kesayangan pun dijual untuk menutupi hutang dan bermain judi, sementara pekerjaan tak kunjung menghampiri. Saat itulah hidupnya kacau balau, keluarganya terlantar, istri dan anak-anak pun terbengkalai.
Kasih Sayang Allah dalam KUM3
''Allah menyayangi saya dengan program ini,'' ungkap Baharudin menerawang. Wajah yang dulu beringas kini tampak teduh dihiasi jenggot dan kupluk (kopiah haji, red). Berkali-kali mulutnya mengucap syukur karena mengikuti program Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3) Baitulmaal Muamalat (BMM) di masjidnya.
''Tadinya saya tidak percaya masjid mau membantu saya modal,'' kenang pria asli Banyuasin ini. Ia didatangi oleh Lusi Suryadi pendamping program KUM3 di Masjid Bhakti. ''Saya senang sekali saat Bang Lusi menawarkan bantuan program KUM3,'' tuturnya bersemangat. Betapa tidak, modal yang dipinjamkan itu tanpa bunga sama sekali.
Bantuan modal dua juta rupiah digunakannya untuk membeli gerobak sayur beroda satu dan tambahan usaha membuka warung kecil. Tiap pagi ia keliling kampung berjualan sayur. Siangnya di warung berdagang makanan kecil, sementara sore hari ia menjadi sopir truk mengangkut kayu ke kabupaten lain.
Respon masyarakat terhadap dirinya gembira bukan kepalang. Dialah orang yang dinanti-nantikan perubahannya. Ia yang dulu mengganggu masyarakat kini mengajak orang berangkat ke masjid. Ia pun memulai kembali menata keluarganya.
''Saya bersyukur sekali suami saya sadar,'' tambah Wani istrinya. Sejak ikut program KUM3 ini suaminya terbebas dari jerat rentenir lokal yang telah mencabik-cabik kehidupan usahanya. Lelaki yang pandai mengaji ini pun rutin mengikuti pengajian pekanan, di samping itu iapun makin sayang pada keluarga.
Baharudin adalah potret peserta Program KUM3 BMM yang telah merasakan manfaatnya. Kini ia menjadi suami seutuhnya, kepala keluarga yang bertanggung jawab dan anggota masyarakat yang disayangi. Ia bersama 4.697 peserta KUM3 lainnya di seluruh Indonesia telah menjadi bagian dari perjuangan BMM dalam mengubah masyarakat melalui zakat.
Program Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3) itu sendiri merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengguliran modal berbasis masjid. Program yang telah dimulai sejak tahun 2006 ini akan terus dioptimalkan dan disempurnakan sehingga benar-benar mampu memberdayakan mustahik menjadi muzakki.
Baitulmaal Muamalat (BMM) yang didirikan oleh Bank Muamalat telah menyalurkan dana zakat, infaq, dan sedekah lebih dari 100 Milyar rupiah yang tersebar di 213 titik sesuai sebaran kantor cabang Bank Muamalat Selindo.
Zakat Bank Muamalat dan segenap stake holdernya terbukti telah mengubah mereka. Mustahik tidak lagi menjadi peminta-minta, namun justru mampu menegakkan kepala di hadapan masyarakatnya dan masyarakat mini yang dipimpinnya yaitu keluarga. Semoga Allah memberkahinya.
(herman/bmm)
*Baharudin adalah peserta
Program Komunitas Usaha Mikro Muamalat berbasis Masjid (KUM3) Baitulmaal
Muamalat di Masjid Bhakti Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin Tiga,
Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.








